Ulasan Film Layar Lebar Eschelon Conspiracy
0 (0)

Film ini menduduki puncak ulasan kritikus yang telah saya baca sejauh ini. Pembukaannya sangat menegangkan dan membuat penonton tertarik untuk terus lanjut menonton. Film yang sangat mirip dengan film Eagle Eye yang rilis sebelumnya ini, pasti membuat semua orang berkata: “Film ini pasti jauh lebih baik lagi…” Tetapi tampaknya kali ini penonton harus kecewa.

Film ini pada dasarnya berkisah tentang era internet yang telah memasuki fase paranoia baru. Di mana masyarakat menyerahkan dirinya kepada sebuah teknologi super komputer yang serba tahu dan menyeramkan.

Masalahnya adalah, sebagian besar thriller dalam film ini ini tampaknya ditulis oleh orang yang tidak tahu apa-apa tentang komputer. Penulis naskah bahkan tak mampu mengungkapkan potensi yang lebih akut tentang bahaya keterhubungan.

Hal yang paling mengusik adalah ponsel HAL 9000 yang dapat melakukan berbagai hal diluar kemampuannya.

Penggabungan semua data jaringan menjadi semacam “mata elang” yang maha tahu bukanlah ide yang buruk untuk menakuti para pengguna smartphone teknofobia. Tetapi tidak seperti yang digambarkan dalam film ini. Teori konspirasi dalam Echelon Conspiracy tidak cukup meyakinkan penonton.

Prolog: Ponsel yang Bekerja Seperti Sihir

slot online

Setelah prolog di mana sebuah ponsel mutakhir (pada jamannya) menuntun seorang wanita ke kematiannya melalui pesan teks, perangkat tersebut berakhir di tangan Peterson, seorang ahli komputer yang berspesialisasi dalam enkripsi keamanan.

Pada awalnya, ponsel itu bekerja seperti sihir. West mendapat informasi dari dalam tentang kapan pesawat akan jatuh, kapan saham akan meroket, dan kapan harus memasukkan semua chipnya ke meja blackjack dan mesin slot judi.

Tapi ponsel itu adalah perangkat jahat yang sangat didambakan banyak pihak. Ponsel tersebut akhirnya membawa Peterson ke pertikaian dengan Badan Keamanan Nasional, yang bekerja untuk memanfaatkan semua perangkat jaringan menjadi program mata-mata yang lebih invasif daripada yang bisa dibayangkan oleh Patriot Act.

Salah satu kekuatan film ini yang menjadi kait ke penonton hilang ketika sang pemeran utama berhenti menggunakan ponselnya sebagai jin pribadinya di dalam botol. Echelon Conspiracy kehilangan kait tersebut dan mencoba beralih ke thriller internasional seperti Bourne Identity.

Namun sayang, adegan pengejaran dan baku tembak dalam film ini berakhir agak konyol.

Plot: Dari Awal Sampai Akhir

Echelon Conspiracy adalah judul yang menggugah. Sekali lagi, Hollywood menunjukkan ketidaktahuan yang terang-terangan akan kemampuan komputer modern. Dengan menyediakan plot khayalan sebuah “mesin Tuhan” yang tampaknya memiliki kemampuan tak terbatas, kecuali jika menyangkut hal-hal sederhana.

Alur cerita film ini bergantung pada penemuan yang terlalu dibesar-besarkan dan keadaan yang sangat tidak masuk akal. Sehingga sangat tidak mungkin untuk menganggap serius film ini.

Namun sutradara Greg Marcks dan penulis naskahnya tampaknya berharap tak seorang pun di antara penonton akan meluangkan waktu sejenak untuk memikirkan tentang betapa konyolnya “teori konspirasi” mereka.

Film karya Marcks ini tidak jauh berbeda dengan film sains fiksi low budget lainnya. Masih berhubungan dengan sebuah super komputer yang melakukan kesalahan yang menggelikan dan merepotkan negara.

Film ini berawal ketika sang pemeran utama, menerima sebuah paket berisi ponsel. Ternyata sebuah super komputer dari project echelon milik pemerintah telah mengontrol ponsel itu.

Awalnya Peterson tak menyangka dirinya menemukan sumber keberuntungan tersebut. Ponsel itu awalnya selalu menjadi petunjuk menguntungkan bagi dirinya. Mulai dari pesan untuk menunda penerbangan, yang ternyata kemudian pesawat tersebut jatuh. Hingga sebuah petunjuk di kasino ternama yang membuatnya memenangkan banyak uang dari game judi slot online.

Namun itu semua merupakan tipuan dan modus dari super komputer Echelon.

Pada akhirnya super komputer ini justru membunuh semua korbannya. Kabar buruk datang ketika Echelon diketahui akan berpindah sistem dan di-upgrade ke sebuah database server. Beruntung sang pemeran utama berhasil menghentikan hal itu.

Karakter: Lemah dan Hambar, Tidak Banyak Yang Menonjol

Max Peterson (diperankan oleh Shane West) adalah seorang ahli keamanan komputer yang jasanya dalam membuat perangkat lunak perlindungan kata sandi diinginkan di seluruh dunia. Setelah menyelesaikan pekerjaannya di Thailand, ia menerima hadiah misterius berupa ponsel canggih dari pengagum tanpa nama. Pesan teks dari “tidak dikenal” mulai bermunculan.

Yang pertama menyarankan dia untuk mengganti penerbangan pulang. Dia melakukannya, dan pesawat yang seharusnya dia jatuhkan. Kemudian disarankan agar dia membeli saham tertentu yang kemudian harganya meroket lebih dari 300%. Pesan teks selanjutnya kemudian mengirim Max ke kasino di Republik Ceko dan merekomendasikan mesin slot online dan meja blackjack di mana kemenangan dengan mudah didapatkannya.

Sayangnya, keberuntungan Max menarik perhatian kepala keamanan kasino, John Reed (Edward Burns), serta agen FBI Dave Grant (Ving Rhames). Semua orang ingin tahu siapa yang mengirim pesan teks dan apa yang akan mereka perintahkan kepada Max selanjutnya.

Film ini Tidak Cukup Konyol untuk Membunuh Kebosanan

Sungguh mengherankan berapa banyak wajah bintang ternama yang dapat dikenali dalam film ini. Meskipun peran utama dimainkan oleh Shane West yang relatif anonim, yang kadang-kadang tampaknya menyalurkan aura Neil Patrick Harris. Namun hampir semua pemeran lainnya memiliki semacam resume.

Sebut saja Ed Burns. Kemampuannya untuk menjaga wajahnya tetap lurus tanpa ekspresi sangat mengagumkan, mengingat beberapa dialog “nyeleneh” yang dibebankan kepadanya. Mungkin saya memberinya terlalu banyak pujian, karena baik ekspresi maupun nada bicara Ed tidak berubah sedikit pun selama keseluruhan film.

Lalu ada juga, Ving Rhames, yang sekali lagi terjebak memainkan peran sebagai pria tangguh-dengan-hati-emas. Kemudian ada Jonathan Pryce memerankan seorang miliarder misterius yang bekerja di belakang layar. Hanya Martin Sheen yang mencoba sesuatu yang sedikit berbeda, bermain melawan tipe sebagai kepala NSA yang hawkish, di mana dia bisa melakukan sedikit lebih baik.

Seorang aktris bernama Tamara Feldman siap memberikan sedikit eye candy. Namun, karena Echelon Conspiracy memiliki peringkat PG-13, adegan panas yang diperankan Tamara tidak semenyenangkan yang seharusnya.


Beberapa Teknologi Mutakhir Dalam Film ini

Berikut ini sedikit ulasan mengenai teknologi masa kini yang ada pada film tersebut.

1. Spy Phone (Ponsel Pengintai)

Awalnya sang pemeran utama, Peterson, merasa beruntung menerima sebuah paket yang ternyata berisi sebuah ponsel canggih dan keren (pada masanya). Ponsel inilah yang kemudian menjadi perantara antara dirinya dan Echelon. Ponsel ini digunakan oleh super komputer itu untuk memata-matai Peterson. Melalui ponsel tersebut dan bantuan cctv yang tersebar di berbagai tempat, Echelon bisa mengetahui semua aktivitas kegiatan Peterson.

2. Face Detector (Pendeteksi Wajah)

Teknologi ini diterapkan di kasino yang berhasil dibobol oleh super komputer Echelon dengan bantuan Peterson. Teknologi face recognition ini membantu komputer mendeteksi segala hal tentang seseorang hanya dengan melalui scanner sebuah foto wajah. Hal ini membuat pihak pengelola judi kasino untuk segera melacak keberadaan Peterson.

3. Wireless Headphone

Teknologi ini sudah tidak asing lagi buat kita. Headphone nirkabel ini mmungkinkan Peterson untuk berbicara tanpa menggenggam ponsel-nya karena terhubung melalui koneksi bluetooth.

4. Komputer Database Server

Komputer server ukuran sangat besar ini pada dasarnya merupakan sebuah database server yang di dalamnya diberikan enkripsi BIOS digital. Peterson menamakannya Bios Level. Komputer inilah yang diinginkan oleh Echelon. Tujuannya untuk bermigrasi dari tempatnya semula di Pentagon. Sekaligus meng-upgrade sistem operasinya.

Penutup

Apakah masyarakat kita saat ini terlalu bergantung pada ponsel dan komputer? Mungkin.

Sayangnya film yang menggabungkan teknofobia dengan rasa ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan paranoia umum tentang konspirasi adanya organisasi rahasia ini tak berhasil menggabungkan semua unsur thriller tersebut.

Hasilnya hanya beberapa adegan pengejaran dan baku tembak kurang menarik yang diperankan oleh aktor level-B.

Apakah sebuah film action thriller yang seru dan kredibel dapat dibangun di semua unsur teori konspirasi ini? Tentu saja, tidak diragukan lagi. Tetapi Echelon Conspiracy tak berhasil membangun semua itu.

Ending klasik

Konsep kesadaran diri (artificial inteligence) komputer adalah subjek yang kaya dan beragam yang telah menjadi tulang punggung cerita fiksi ilmiah yang tak terhitung jumlahnya.

Apakah masyarakat kita saat ini terlalu bergantung pada ponsel dan komputer? Mungkin.

Sayangnya film yang menggabungkan teknofobia dengan rasa ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan paranoia umum tentang konspirasi adanya organisasi rahasia ini tak berhasil menggabungkan semua unsur thriller tersebut.

Hasilnya hanya beberapa adegan pengejaran dan baku tembak kurang menarik yang diperankan oleh aktor level-B.

Apakah sebuah film action thriller yang seru dan kredibel dapat dibangun di sekitar ketergantungan ini? Tentu saja, tidak diragukan lagi, tapi Echelon Conspiracy tak berhasil membangun semua itu.

Meskipun masuk akal untuk menerima tingkat tertentu dari “membodohi” konsep-konsep kompleks dalam layanan cerita yang menghibur. Hanya sedikit hal menarik tentang film ini yang dapat ditonton secara menyenangkan. Bahkan aksinya sudah usang dan membosankan.

Mungkin teka-teki terbesar yang tak pernah terjawab oleh film ini adalah bahwa jika pemerintah dipenuhi oleh para orang-orang yang tak kompeten, bagaimana sebuah super Computer yang bertindak seperti tuhan bisa muncul?

Penilaian Akhir:

Sebagian besar alur film ini disebutkan sangat hambar. Cobalah untuk melakukan aktifitas lain sambil menontonnya!

Baca juga: Rekomendasi Film Judi yang bisa ditonton selama PSBB.

Dampak Negatif Dari Terlalu Sering Bermain Judi Online
0 (0)

Dampak-Negatif-Dari-Terlalu-Sering-Bermain-Judi-Online

Bermain judi sekarang ini tidak terbatas dalam memilih. Sudah ada banyak permainan jenis judi yang bisa menjadi pilihan. Adapun jenis jenis judi bisa berupa bola, togel dan masih banyak lagi.

Jaman sekarang ini, Anda tidak perlu keluar rumah untuk memainkan permaian judi. Asalkan punya HP dan jaringan internet, anda sudah bisa mengakses sebuah situs permainan judi.

Kalangan remaja yang tergolong anak milenial sangat mudah terpengaruh dengan hal – hal baru. Banyak penawaran atau iming – iming agar bisa bergabung untuk bermain togel. Anak remaja yang mempunyai rasa ingin tahu tinggi dapat menyebabkan mudahnya berbaur atau terpengaruh dengan penawaran dari togel tersebut.

Uang taruhan yang jumlahnya banyak menyebabkan remaja semakin minat untuk bergabung. Penyebab ini biasanya oleh lingkungan remaja yang sudah banyak yang menggunakan togel sebagai bahan taruhan.

Selain itu juga faktor sosial dan ekonomi, mereka menganggap dengan bergabung dengan togel ini akan menambah pertemanan. Dan juga mendapatkan uang dengan jumlah yang banyak cukup mudah dan tidak membutuhkan kerja keras. Itulah penyebab dari kalangan remaja sangat banyak peminat untuk bergabung bermain agen dominoqq.

Berikut Adalah Dampak Negatif Dari Terlalu Sering Bermain Judi

Menurunkan Kecerdasan

Otak yang mempunyai ruang untuk berpikir, menghafal serta kekuatan mengingat dapat menjadi alasan untuk mengembangkan kecerdasan. Tetapi ketika kita gunakan dengan salah juga dapat menurunkan kecerdasan, sebab daya tampung dari otak tidak terkendali. Untuk itu bermain togel secara berlebihan akan menurunkan kecerdasan otak.

Merusak Hubungan Sosial

Hubungan sosial yang menjadi dampak dari anak remaja semakin meminati permainan agen dominoqq tersebut. Interaksi sosial akan terhambat seiringnya dengan semakin sering bermain togel online, sebab komunikasi terjalin di dunia maya. Remaja akan merasa nyaman dengan kesendirian tetapi merasa punya teman walaupun di dunia maya.

Selain itu ketika sudah berkelanjutan akan menyebabkan mudah sensitif dan mudah marah saat merasa tersinggung. Apalagi ketika orang tua sudah mengetahui tentang perilaku anak akan semakin  menambah suasana menjadi keruh. Sebab anak akan merasa benar pada perilaku yang dia lakukan, karena pada saat orang tua berusaha menasehati remaja akan menolak.

Memicu Terjebak Dalam Narkoba

Perilaku yang sudah menyimpang ini remaja akan  mudah terjebak pada narkoba, sebab pada anak muda rasa ingin tahu sangat besar. Perkumpulan agen dominoqq saat bertemu serta berkumpul jamuan dan hidangan nya salah satunya minuman keras bahkan mengarah ke narkoba. Dari situlah remaja akan terjebak pada situasi yang mengharuskan untuk mencoba dan merasakannya.

Ketika tidak mencoba saat sudah ditawari di dalam komunitas tersebut malah akan membahayakan dirinya. Sebab ketika tawaran mendapat penolakan, akan terjadi pemaksaan. Hal itu agar bisa menggunakan minuman tersebut bahkan juga narkoba. Bahkan pada remaja yang ingin tahu akan mencobanya dengan mencari tahu lagi perbandingan serta kualitas terbaiknya.

Baca juga: Penggemar James Bond? Wajib Tonton Film Judi Casino Royale

Mengabaikan tugas dan kewajibannya

Inilah yang menjadi alasan kuat mengapa anak remaja harus kita larang bergabung dengan sebuah situs togel seperti agen dominoqq. Selain dapat menyebabkan remaja tersebut menjadi kecanduan, hal itu juga dapat membuat remaja tersebut mengabaikan semuanya. Baik tugas sekolah maupun rumah bahkan kewajiban dalam beragama. Jika seorang remaja telah terjerumus, maka tugas dan kewajibannya pasti akan terabaikan begitu saja. 

Nah, itulah di atas dampak negatif yang sering dialami oleh anak remaja jika bermain agen dominoqq. Sebaiknya anak remaja jangan bermain permainan togel ataupun Judi dimanapun.

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Rekomendasi Film Judi
0 (0)

Di saat PSSB seperti ini mungkin membosankan kalau hanya melakukan aktivitas itu-itu saja dirumah. Disaat jenuh dengan pekerjaan kantor, pekerjaan rumah maupun yang lain.

Mungkin refreshing dengan menonton film adalah pilihan yang tepat. Begitu banyak film mengasyikkan yang dapat kamu tonton. Begitu banyak pula genre film yang muncul di aplikasi atau situs tempat kamu menonton.

Mungkin dari kalian ada yang menyukai film bertema perjudian. Ya film seperti ini tidak kalah menegangkan dari film lain loh. Bahkan film judi juga sering dibumbuhi adegan laga seperti film action.

Namun harus diingat bahwa permainan judi dilarang di Indonesia. Kamu harus tetap menghindarinya. Menghindar dari mengunjungi situs judi online seperti pkv games, dll.

Nah berikut rekomendasi Film dari kami;

Daftar Film Perjudian Dunia

Casino Royale (2006) 

Apakah Anda suka film James Bond klasik? Jika demikian, Anda akan menyukai Casino Royale. Ini mengikuti agen rookie James Bond, yang memulai misi pertamanya sebagai 007, di mana ia harus mengalahkan Le Chiffre, yang merupakan bankir untuk organisasi teroris dunia. 

Ketika Secret Intelligence mengungkapkan bahwa Le Chiffre berencana untuk mengumpulkan uang dalam permainan poker berisiko tinggi, terserah Bond untuk bermain melawan dan mengalahkannya, yang akan menyebabkan kehancuran organisasi kejahatannya. 

Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut permainan poker Agen 07, silakan kunjungi entri blog kami yang didedikasikan untuk The Casino Royale Poker Scene . Casino Royale juga merupakan film pertama Daniel Craig sebagai James Bond dan bisa dibilang salah satu yang terbaik dalam franchise ini. Ini menunjukkan agen legendaris dalam cahaya baru dan mengekspos permainan kasino swasta berisiko tinggi yang glamor.

Ocean’s 11 (2001) 

Ocean’s 11 tidak diragukan lagi adalah salah satu film perampokan terbaik dan paling menghibur. Ini menceritakan kisah Danny Ocean yang melanggar pembebasan bersyaratnya segera setelah dibebaskan dari penjara dan melakukan perjalanan ke Las Vegas, di mana dengan bantuan teman-teman lama dan kenalannya berencana untuk secara bersamaan merampok kasino The Bellagio, The Mirage, dan MGM Grand, semuanya. yang dimiliki oleh saingannya Terry Benedict. Disutradarai oleh Steven Soderbergh, film ini diperhitungkan dengan penampilan megah George Clooney, Brad Pitt, Andy Garcia, Matt Roberts, Julia Roberts, Bernie Mac, dan lainnya. Selain mendapat sambutan yang baik dari masyarakat, Ocean’s 11 juga mendapatkan berbagai nominasi penghargaan film yang memang pantas mendapatkan penghargaan.

Fear and Loathing in Las Vegas

Sebelum karakter uniknya yang penuh warna, Johnny Depp melakukan penampilan luar biasa sebagai Raoul Duke yang pergi ke Las Vegas untuk mencari impian Amerika bersama dengan seorang pengacara psikotik.

Adaptasi dari novel Hunter S. Thompson dengan judul yang sama mengikuti perjalanan psikedelik mereka, yang diresapi dengan berbagai jenis obat-obatan dan alkohol. Duo ini gagal mencapai tujuan impian Amerika mereka, bertemu dengan pejalan kaki yang kecewa, penjudi, dan tentu saja petugas polisi aneh dalam serangkaian pengalaman nyata, karena zat memabukkan secara bertahap mulai berlaku.

Baca juga: 11 Film Judi Barat Terbaik: Hiburan Pas di Tengah Masa Pandemi

Molly’s Game (2017)

Molly’s Game adalah film drama kriminal biografi Amerika yang didasarkan pada kisah nyata Molly Bloom. Protagonis yang ditafsirkan oleh Jessica Chastain adalah pemain ski mogul kelas dunia yang terpaksa melepaskan karirnya setelah dia terluka parah saat acara kualifikasi untuk Olimpiade Musim Dingin 2002. 

Alih-alih mengikuti rencana awalnya untuk menghadiri sekolah hukum, Molly memutuskan untuk pindah ke Los Angeles di mana dia perlahan-lahan diperkenalkan ke dunia poker bawah tanah. 

Dia menjalankan beberapa permainan poker paling eksklusif di dunia selama satu dekade sampai dia ditangkap oleh 17 agen FBI. Film ini tidak diragukan lagi adalah mahakarya, dinominasikan untuk banyak penghargaan.Itu juga dihitung dengan penampilan bintang Idris Elba, Michael Cera, Kevin Costner dan Jeremy Strong. Ingin tahu lebih banyak tentang kisah menarik ini? Baca artikel khusus kami tentang kisah nyata Molly Bloom .

Rounders (1998) 

Oke, apa yang kita punya di sini – John Malkovich memerankan mafia Rusia mental dan Will Hunting dengan twist berhadapan dalam permainan kepala tanpa batas Texas Hold’em. 

Apakah lebih baik? Film ini mengeksplorasi sisi suram dari kecanduan dengan cara yang acuh tak acuh. Pertunjukan brilian oleh Malkovich dan Matt Damon menunjukkan bahwa tidak ada yang glamor tentang pesona mual dengan bahaya dan aliran adrenalin yang berumur pendek yang disebabkan oleh ketakutan dan sensasi dalam perjudian. 

Humor kelam dalam neo-noir ini, bagaimanapun, mencegah Anda untuk merenungkan ketidakberartian hidup dan sifat manusia yang tidak sempurna karena Anda tidak bisa menjadi filosofis saat menonton seorang gangster mengunyah biskuit, bukan?

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Mengaku Fans Berat Brad Pitt? Tonton Film Judi Killing Them Softly Ini
5 (2)

film judi Killing Them Softly
sumber: thecinemascopecat.blogspot.com

Siapa yang tak kenal dengan aktor ganteng Brad Pitt. Mantan suami aktris cantik Angelina Jolie ini memang tak diragukan lagi kemampuan aktingnya. Ada puluhan film layar lebar, mulai dari film yang bergenre romantis sampai film bergenre action, telah dimainkannya. Salah satunya film judi Killing Them Softly ini.

Film judi ini adalah film adaptasi sebuah novel yang berjudul Cogan’s Trade karya penulis fiksi kenamaan George V. Higgins. Keduanya menceritakan tentang seorang penegak hukum yang bernama Jackie Cogan yang diperankan oleh Brad Pitt

Sinopsis Film Judi Killing Them Softly

Cogan, dalam film judi ini, disewa oleh salah seorang Mob terkenal di daerahnya untuk menyelidiki kasus pencurian yang kerap terjadi di kasino. Mob rupanya tak ingin mengalami kerugian akibat aksi pencurian, khususnya pencurian saat permainan poker sedang dimainkan.

Mob menduga aksi pencurian ini dilakukan oleh tiga orang yang turut menjadi pemain di meja poker miliknya. Tiga pemain ini sangat pintar dalam menjalankan aksinya sehingga lambat laun dikhawatirkan akan menjadi ancaman bagi bisnis kriminal lokal yang biasanya dijalankan oleh para Mob. Intinya, para Mob tidak ingin ‘bisnis’ mereka tersaingi oleh penjahat-penjahat kelas teri seperti tiga pencuri tadi.

Dalam film judi ini, ada sebuah adegan yang menayangkan aksi perampokan yang dilakukan oleh Johnny Amato (diperankan oleh Vincent Curatola). Aksi ini terbilang sangat berani karena yang dirampok adalah permainan poker milik sekelompok mafia besar. Saat itu, Amerika sedang mengalami krisis keuangan besar. Di momen yang bersamaan, Amerika juga sedang ‘hajatan’ dalam rangka pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2008.

Amato rupanya mengajak dua rekannya, Frankie dan Russell, untuk bergabung dengan dirinya. Masing-masing dari rekan Amato ini juga memiliki riwayat kriminal yang tak main-main. Russell adalah seorang pecandu heroin yang pernah nekat mencuri seekor anjing trah hanya demi uang. Sedang Frankie yang tak lain adalah rekan bisnis Amato pernah terlibat dalam aksi penipuan. 

Permainan poker itu sendiri dipimpin oleh Markie Trattman yang rupanya sudah mengetahui rencana perampokan ini. Bahkan ia juga telah membayar dua orang lainnya untuk melakukan aksi perampokan game poker miliknya.

Amato mengatakan pada Markie bahwa dirinya akan dijadikan tersangka kasus ini. Mafia juga tak segan untuk membunuhnya. Sementara  Russell dan Frankie tetap dengan aksinya dan kabur sambil membawa uang hasil rampokan. 

Apakah Cogan berhasil menyelidiki kasus ini? Jika kalian penasaran dengan plot lengkapnya, segera tonton Killing Them Softly bersama keluarga tercinta. 

Tentang Killing Them Softly

Film judi ini bisa dibilang seru dan sangat menghibur terutama bagi kalian yang memang sangat suka dengan film bergenre action. Film garapan sutradara Andrew Dominik ini rilis untuk pertama kalinya pada tanggal 22 Mei 2012 dan telah menjadi salah satu nominasi ajang Festival Film Cannes tahun 2012. 

Sedang di negaranya sendiri, film dengan judul Killing Them Softly ini rilis bulan November di tahun yang sama. Tidak diketahui mengapa tanggal perilisan di AS dibuat berbeda bahkan cenderung lebih lambat bila dibandingkan di negara-negara lain.

Killing Them Softly tercatat memiliki durasi tayang 97 menit. Film produksi The Weinstein Company ini berhasil meraup pendapatan yang wah, yaitu 13, 5 juta USD. Bagaimana dengan rate-nya? Menurut IMDB, film judi ini mendapatkan rate yang lumayan bagus, yaitu 6.2 dari nilai 10, sedang dari Rotten Tomatoes, film ini diberi skor 73% dan 44 % dari viewers. Lumayan juga.

Cast Killing Them Softly

Selain Brad Pitt, ada sejumlah aktor hebat lainnya yang ditugaskan oleh sang sutradara untuk menjadi lawan main Pitt. Sebut saja salah satu aktor yang paling terkenal Ray Liotta. Wajah sang aktor memang sangat familiar karena memang ia sering memainkan banyak peran di banyak film layar lebar juga. 

Ada juga aktor-aktor lainnya seperti James Gandolfini yang memerankan Mickey, Scoot Mcnairy yang memerankan Frankie, Ben Mendelsohn yang memerankan Russell, Richard Jenkins yang memerankan seorang driver, Vincent Curatola yang memerankan Johnny Amato, sam Shepard yang memerankan Dillon, dan masih banyak lainnya. 

Karena film ini termasuk film lama, sudah ada beberapa stasiun TV swasta kita yang pernah menayangkannya. Nah, jika kalian penasaran seperti apa alur cerita secara lengkap, kalian dapat menontonnya via streaming di situs-situs yang menyediakan link khusus untuk menonton film secara online. 

Killing Them Softly memang menjadi salah satu rekomendasi film yang menarik untuk ditonton bersama orang-orang tercinta. Apalagi di masa pandemi seperti ini. Film ini juga bisa menjadi hiburan yang pas untuk mengisi waktu luang kalian usai lelah bekerja. 

Baca juga: 11 Film Barat Judi: Hiburan Pas di Tengah Masa Pandemi

Click to rate this post!
[Total: 2 Average: 5]

Penggemar James Bond? Wajib Tonton Film Judi Casino Royale
5 (1)

film judi casino royale
sumber: allterrain.com

Film Casino Royale langsung booming pasca dirilisnya film ini secara resmi oleh Netflix sekitar September 2018 lalu. Sebenarnya, film ini adalah film judi Casino Royale yang memang penuh dengan aksi laga di setiap adegan. Kadang film juga memperlihatkan trik-trik berjudi dari tokoh antagonis dan protagonis dalam film.

Film judi Casino Royale sendiri menceritakan tentang seorang mata-mata yang ditugaskan secara khusus untuk mengintai seorang bankir yang ternyata adalah bagian dari sindikat teroris dunia. Film garapan sutradara Martin Campbell dan ditulis oleh Neal Purvis dan Paul Haggins ini mengajak aktor kawakan Daniel Craig untuk memerankan tokoh utama, yaitu James Bond, Sang Agen 007. 

Sebenarnya Casino Royale ini sebelumnya sudah pernah rilis di tahun 2006 lalu. Ada begitu banyak respon positif pasca perilisan ini. Ribuan bahkan jutaan komentar positif ditujukan untuk film bergenre action ini. Bahkan pendapatan yang diperoleh hingga hari terakhir pemutaran film ini telah mencapai 606 juta USD. 

Dengan jumlah pendapatan sebesar itu, Casino Royale telah tercatat sebagai film layar lebar dengan pendapatan kotor paling besar tahun itu. Film ini pun dibuat sekuelnya, yaitu Sky Fall yang rilis di tahun 2012 lalu. 

Sinopsis Film Judi Casino Royale

Film judi Casino Royale ini mengisahkan awal perjalanan seorang James Bond sebagai agen 007. Misi pertama Bond adalah membunuh seorang bankir bernama Le Chiffre. Setelah diselidiki, Le Chiffre adalah salah satu anggota sindikat teroris terbesar di dunia. Profesinya sebagai bankir ia manfaatkan untuk mengelola keuangan yang nantinya akan digunakan untuk berbagai aksi teror yang sudah direncanakan. 

Le Chiffre rupanya memiliki misi untuk berkunjung ke Casino Royale. Ia bertindak sebagai salah satu pemain di meja poker untuk memperoleh dana. Dana dari hasil bermain poker ini nantinya akan disalurkan ke sindikat teroris. 

Nah, misi Bond adalah menjadi lawan terberat Le Chiffre sekaligus menangkap Le Chiffre atau bahkan membunuhnya. Dalam film judi Casino Royale juga dikisahkan sebuah momen di mana Bond bertemu dengan Vesper Lynd. Paras Lynd yang cantik serta didukung dengan penampilannya yang seksi membuat Bond jatuh cinta. Sayangnya, Bond harus menghadapi pengkhianatan sekaligus ancaman di tengah kehidupan percintaannya yang menarik. 

Cast Casino Royale

Sang sutradara film judi Casino Royale ini menggandeng sejumlah aktor dan aktris ternama. Sebut saja salah satunya adalah Eva Green yang memerankan tokoh Vesper Lynd. Aktingnya begitu memukau. Parasnya yang cantik dan perawakannya yang seksi berhasil membuat film ini seru untuk ditonton. 

Ada juga aktor senior Mad Mikkelsen yang berperan sebagai antagonis Le Chiffre. Siapa yang tak kenal dengan aktor yang satu ini. Mad merupakan seorang aktor kawakan yang sudah sering malang melintang di dunia perfilman khususnya Hollywood. Ada ratusan judul film yang telah dimainkannya. Sebagai aktor yang sangat berpengalaman, Mad sudah khatam dengan berbagai jenis karakter atau sifat dalam film-film yang pernah dimainkannya. 

Menurut kami, team penulis, ketiga casts di atas adalah pemeran kunci yang sangat menentukan alur cerita. Meski begitu, film judi Casino Royale ini juga tak bisa lepas dari peranan beberapa casts sebagai pemeran pendukung. Ada beberapa nama cast yang turut berkontribusi dalam film ini. Sebut saja Judi Dench, Jeffrey Wright, Giancarlo Giannini, Caterina Murino, Simon Abkarian, Isaach De Bankole, dan masih banyak lainnya. 

Seputar Film

Film Casino Royale versi non-Netflix dirilis pada tanggal 17 November 2006 lalu. Film ini disutradarai oleh Martin Campbell, sedang script-nya ditulis oleh team yang beranggotakan Paul Haggins, Neal Purvis, Robert Wade, dan Ian Fleming. Durasi film kurang lebih 144 menit.

Film Casino Royale ini termasuk dalam kategori genre action namun ada sedikit drama. Film ini juga diproduksi oleh rumah produksi ternama yaitu Columbia Pictures berkolaborasi dengan Eon Productions dan Casino Royale Productions. 

Kalian pasti penasaran dengan biaya produksi film action ini. Kabarnya, film ini menelan biaya produksi sebesar 150 juta USD. Biaya produksi ini mungkin tak seberapa bila dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. Keuntungan yang diperoleh pasca rilisnya film ini mencapai 609 juta USD lebih. Dan film ini mendapat rating IMDB 8.0. Sungguh luar biasa. Dengan rating ini, sudah pasti film ini sangat recommended untuk ditonton beramai-ramai bersama keluarga tercinta. 

Adakah diantara kalian yang belum nonton film judi Casino Royale ini? Bagi kalian yang belum nonton, segera tonton filmnya untuk mengisi waktu luang di tengah masa pandemi seperti sekarang ini. Lebih baik diam diri di rumah sambil nonton daripada kena razia Satpol PP karena berkerumun. Selamat menonton dan stay safe, stay health

Baca juga: 11 Film Barat Judi: Hiburan Pas di Tengah Masa Pandemi

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 5]

Kisah Pejuang Beasiswa Blackjack dalam Film Judi 21, Inspiratif!
5 (1)

film judi 21
sumber: youtube.com

Apa yang akan kalian lakukan seandainya kalian ingin berkuliah di kampus favorit tapi tak punya biaya cukup untuk kuliah di sana? Dengan beasiswa dong. Mendapatkan beasiswa di kampus bergengsi dan favorit tidaklah mudah. Kita harus bersaing ketat dengan calon mahasiswa pintar lainnya. Nah, kisah yang sama juga dialami oleh anak muda bernama Ben Campbell dalam film judi berjudul 21. 

Sinopsis Film Judi 21

Film judi 21 ini mengisahkan tokoh Ben Campbell. Ben adalah seorang mahasiswa baru yang baru saja diterima di salah satu universitas terfavorit di Amerika Serikat. Sayangnya, kemampuan finansial keluarganya tak memungkinkan Ben untuk terus berkuliah di kampus tersebut. 

Berbagai cara Ben lakukan agar dirinya dapat melanjutkan pendidikannya di sekolah medis di Harvard Medical School. Untuk melunasi biaya sekolahnya yang mencapai 300.000 USD, Ben rela bekerja menjadi part-timer. Dari hasil kerja sampingannya ini, Ben menabung sediki demi sedikit. Ben juga telah mendaftar sejumlah beasiswa. Sayangnya Ben sulit mendapatkan beasiswa karena pesaingnya sangat banyak. 

Dalam film judi berjudul 21 ini, dikisahkan bahwa rektor Harvard Medical School melihat tekad seorang Ben yang begitu menginginkan bersekolah di sekolahnya. Ia lalu membuat penawaran dengan Ben yaitu jika Ben memiliki faktor X, sang rektor siap memberikan beasiswa untuk Ben.

Ben yang dibintangi oleh aktor muda dan tampan Jim Sturgess ini akhirnya menerima tawaran tersebut. Ben yang juga sangat jago Matematika mendapat tantangan baru dari sang rektor. Ia diminta untuk memainkan blackjack secara langsung di Las Vegas. 

Pertemuan Mickey-Ben

Mickey Rosa, seorang profesor Matematika dalam film judi 21 ini, melihat bakat Ben yang sangat jenius dalam berhitung. Kemampuan Matematika Ben di atas rata-rata, pikirnya. Sang profesor yang mengagumi kepintaran Ben merasa bahwa anak muda ini memiliki bakat yang sangat luar biasa. Ia kemudian mengajak Ben untuk bergabung dengan kelompok pemain Blackjack besutannya. 

Pertemuan tiap pertemuan diikuti oleh Ben selepas jam kuliah. Dari komunitas baru ini, bakat bermain Blackjack yang dimiliki oleh Ben berkembang. Bersama beberapa kawan barunya seperti Jill Taylor, Choi, Kianna, dan Fisher, Ben diajarkan berbagai trik memainkan blackjack oleh Profesor Mickey.

Tentu yang diajarkan oleh Profesor Mickey bukanlah permainan kartu Blackjack biasa. Melainkan permainan blackjack dengan perhitungan statistik dan peluang. Padahal, di dalam dunia kasino, cara-cara ini tidak diperbolehkan. Bahkan cara ini dianggap cara paling curang dibandingkan dengan menandai kartu. 

Tiap akhir pekan, Ben dan kawan-kawannya menghabiskan waktunya di Las Vegas. Dengan berbekal tanda pengenal palsu yang telah disiapkan oleh Mickey, mereka bebas keluar-masuk kasino di Las Vegas. Mereka juga mendapat fasilitas mewah seperti menginap di hotel mewah yang sebelumnya sudah disiapkan oleh Mickey. 

Dalam film judi berjudul 21 ini, Ben dan kawan-kawannya menunjukan aksi bermain blackjack yang sangat cerdas. Kasino dibuat kaget dengan sederet kemenangan yang diraih oleh anak didik Mickey Rose ini. 

Akibat menanggung kerugian yang besar, seorang kepala sekuriti di kasino tersebut kemudian menganalisa permainan Ben dan teman-temannya. Cole Williams, sang kepala sekuriti mencurigai sekelompok anak muda ini. Di sisi lain, Ben berselisih dengan Mickey. Ben mengatakan bahwa Mickey adalah orang yang manipulatif dan serakah. 

Konflik

Ben mengatakan pada teman-temannya bahwa Mickey tidak memberikan profit sesuai dengan bagian yang sudah disepakati sejak awal. Karena kesal, Mickey kemudian berencana menjebak Ben. Dengan jebakan ini, Ben berhasil diamankan oleh Cole. 

Bersama kawan-kawannya, Ben akhirnya membuat kesepakatan dengan Mickey. Ben sebelumnya memberitahu Cole bahwa Mickey adalah otak dibalik aksi mereka. Dengan bantuan Cole ini, Mickey dibuat jera dan tak lagi mengganggu Ben dan kawan-kawannya. 

Usai menjalani hari-hari yang melelahkan di Las Vegas, Ben lalu membuat jurnal khusus yang menceritakan pengalamannya sebagai pemain Blackjack di sebuah kasino mewah di Vegas. Ia gunakan jurnal ini sebagai salah satu lampiran yang nantinya akan dikirimkan ke rektor Harvard Medical School. Film judi berjudul 21 ini pun berakhir gembira. Ben berhasil mendapatkan beasiswa dan meneruskan pendidikannya di sekolah impiannya. 

Dan tahukah kalian. Film judi berjudul 21 ini diangkat dari sebuah novel kisah nyata yang berjudul Bringing Down the House karya Ben Mezrich. Secara keseluruhan, film ini sangat inspiratif. Untuk menambahkan suasana dramatis, film ini didukung dengan musik yang diaransemen oleh david Sardy. 

Kemudian untuk efek sinematografi, Russell Carpenter memang jagonya. Ada juga bagian editing yang dikerjakan oleh tangan-tangan terampil seorang Elliot Graham. Kemudian ada juga aktris dan aktor pendukung dalam film ini yang turut meramaikan suasana dalam cerita. Sebut saja ada Kate Bosworth, Kevin Spacey, Laurence Fishburne, dan Kieu Chinh. 

Nah, kalian yang masih penasaran dengan alur cerita seutuhnya, tak ada salahnya untuk menonton film judi 21 ini. Selamat menonton. 

Baca juga: 11 Film Barat Judi: Hiburan Pas di Tengah Masa Pandemi

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 5]

Film Bandar Judi Molly’s Game: Ungkap Jatuh-Bangun Kehidupan Figur Nyata Molly Bloom
5 (1)

film bandar judi
sumber: youtube.com

Terkadang ada beberapa film bandar judi yang inspiratif seperti film yang akan diulas oleh team penulis hari ini. Mungkin bagi kalian penyuka film judi, kalian tentu familiar dengan film ini. Coba tebak film apa yang kita maksud? Iya benar. Molly’s Game. 

Molly’s Game bisa dibilang sebagai satu-satunya film bandar judi yang cukup inspiratif karena menggambarkan kegigihan seorang Molly Bloom untuk meraih mimpinya sebagai seorang atlet ski. Film keren ini tentu digarap oleh sutradara keren juga yang sebelumnya sukses merilis film biografi Steve Job tahun 2015 lalu. 

Sinopsis Film Bandar Judi Molly’s Game

Aaron Sorkin, sang sutradara, tampaknya memang lebih tertarik untuk menggarap film yang terinspirasi dari tokoh nyata yang umumnya dikenal oleh publik. Molly Bloom sendiri adalah seorang atlet ski di dunia nyata. Ia terpaksa menghadapi kenyataan pahit ketika ia gagal berangkat ke salah satu ajang pesta olahraga terbesar dunia, Olimpiade 2002. Ia gagal mengikuti Olimpiade karena cedera yang dideritanya telah mengubur impian Molly sebagai atlet ski profesional. 

Cedera yang dialami Molly juga telah membuat hubungannya dengan sang ayah, Larry Bloom (Kevin Costner), renggang. Larry dalam film bandar judi ini memang digambarkan sebagai figur ayah yang keras dan obsesif. Ia kerap kali menuntut puterinya untuk tampil yang terbaik di setiap turnamen ski es. 

Pasca mengetahui kenyataan pahit ini, Molly lalu pindah ke LA untuk menenangkan diri sekaligus melanjutkan sekolah. Molly akhirnya bekerja sebagai pelayan di sebuah klub malam. Ia lantas bertemu dengan Dean yang tak lain adalah seorang developer sukses. Dean kemudian merekrut Molly menjadi asistennya. 

Molly-Poker dalam Film Bandar Judi Molly’s Game

Selama bekerja dengan Dean, ia sering mendampingi Dean bermain poker terselubung di sebuah casino. Dari rutinitas ini, Dean lalu mengajarkan teknik bermain poker dan bagaimana cara mengelola permainan poker. Karena Molly adalah pribadi yang cepat belajar, hanya dalam waktu singkat, ia pandai bermain poker. 

Singkat cerita, Molly menjadi gemar bermain poker. Ia bahkan mengenal beberapa pemain poker hebat yang sebagian besar adalah jutawan dan public figure. Bahkan ada salah satu lawannya yang memiliki kode nama Player X yang tak lain adalah seorang aktor ternama. Tak disangka, Molly begitu pandai memainkan poker. Tak butuh waktu lama, Molly menjadi pemain poker sukses.

Di sisi lain, karir Molly sebagai asisten Dean tidak berjalan mulus. Ia dipecat dengan alasan yang tidak masuk akal. Tak ingin lama larut dalam keterpurukan, Molly kemudian berinisiatif untuk membangun sebuah bisnis poker terselubung.

Berbekal data yang berisi nama dan kontak para pemain poker, ia lalu mulai merintis bisnis barunya. Ia merekrut beberapa wanita cantik dan seksi sebagai pelengkap bisnis casino miliknya. Ia juga mengundang beberapa kawan yang dulu pernah bermain poker bersamanya, termasuk Player X. 

Rupanya bisnis casino yang dirintis oleh Molly ini sangat sukses. Ada banyak jutawan yang tertarik bermain poker di casinonya. Perlahan, Molly juga mulai mengenali pribadi tiap pemain sehingga Molly mudah mendekati mereka.  

Molly Berurusan dengan FBI

Pada film bandar judi Molly’s Game, diceritakan juga karir Molly yang begitu gemilang. Kesuksesan Molly ini rupanya memicu FBI untuk menyelidiki kehidupan Molly secara diam-diam. Menurut FBI, ada dugaan bahwa Molly terlibat judi dengan mafia besar, yaitu mafia Rusia. Satu per satu ujian datang kepada Molly. Apartemen Molly menjadi target perampokan. Kondisi keuangan Molly pun kritis akibat perampokan.

Tak lama kemudian, Molly ‘diamankan’ oleh FBI. Untuk membela dirinya, ia lalu merekrut seorang pengacara yang bernama Charlie Jaffrey yang diperankan oleh Idris Elba. Awalnya Charlie tak bersedia mendampingi Molly dengan alasan Molly tak mampu untuk membayarnya. Namun melihat kegigihan sekaligus kerapuhan Molly, Charlie akhirnya bersedia menjadi kuasa hukum Molly.

Seputar Film & Aktris Jessica Chastain

Film bandar judi Molly’s Game ini sangat menarik karena film ini terinspirasi dari sebuah buku yang ditulis oleh Molly Bloom sendiri. Dengan membaca buku aslinya, Aaron Sorkin sepertinya tahu trik atau cara membuat skenario yang tidak membosankan dan cenderung kuat dan dalam terkait dengan tokoh Molly.

Respon viewers tentang film ini juga sangat positif. Meski memiliki alur cerita yang cukup lambat, tetapi Aaron berhasil membuat gambaran seorang tokoh Molly secara utuh, mulai perjuangannya dalam memperbaiki karir dan hidupnya, lalu jatuh dan terhempas lagi. Aaron, melalui film Molly’s Game ini mendapat ganjaran berupa nominasi Golden Globes dan nominasi Oscar 2018.

Molly’s Game tampaknya tak akan sekeren ini tanpa Jessica Chastain. Iyap! Jessica Chastain memang sangat cocok untuk memerankan tokoh Molly Bloom. Ia menggambarkan karakter wanita yang kuat, berprinsip, dan mandiri. Namun sebenarnya Molly juga pribadi yang sangat rapuh. 

Penokohan ini dibawakan dengan sangat apik oleh Jessica. Berkat aktingnya ini, Jessica masuk dalam daftar nominasi Golden Globes Awards di tahun 2018 lalu. Wah, sungguh luar biasa. Siapa diantara kalian yang begitu mengidolakan Jessica Chastain? Kami, team penulis adalah fans berat Jessica loh. 

Baca juga: 11 Film Barat Judi: Hiburan Pas di Tengah Masa Pandemi

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 5]

Film Judi Ocean’s Eleven: Tontonan Wajib Penyuka Aksi Bandit Era 60an
5 (1)

film judi Ocean's Eleven
sumber: amazon.co.uk

Umumnya casino bukanlah tempat yang dilengkapi dengan sistem keamanan berstandar biasa. Apalagi casino-casino besar seperti yang ada di Las Vegas. Hanya orang tak waras yang memiliki ide untuk merampok kasino besar dengan segala risikonya. Nah, cerita yang sama juga diangkat menjadi sebuah film judi Ocean’s Eleven. 

Sinopsis Film Judi Ocean’s Eleven

Film judi Ocean’s Eleven menceritakan tokoh utama, Danny Ocean. Ia adalah residivis yang baru saja menghirup udara bebas. Ia rupanya telah lama memiliki rencana untuk merampok 3 casino besar yang ketiganya terhubung dengan ruangan khusus yang berfungsi sebagai brankas raksasa. Ketiga casino plus brankasnya ini adalah milik seorang pengusaha kaya yang bernama Terry Benedict. 

Agar rencana perampokan ini berhasil, Danny lalu merekrut Rusty. Meski awalnya Rusty menolak dan menganggap ide perampokan ini adalah ide gila, pada akhirnya ia menerima tawaran Danny. Keduanya lalu merekrut Reuben yang tak lain adalah seorang pengusaha sekaligus pesaing terberat Benedict. Reuben diminta sebagai penyandang dana untuk aksi perampokan dalam film judi Ocean’s Eleven. 

Usai melakukan kesepakatan dengan Reuben, Danny dan Rusty merekrut lagi 10 orang lagi guna membantu mereka saat aksi perampokan berlangsung. Kesepuluh orang yang direkrut ini memiliki profesi yang berbeda-beda. Sebut saja pemain sirkus, basher (profesi peledak), ahli komputer, dan para penyusup yang jumlahnya paling banyak di antara profesi lainnya. Dengan kesepuluh anggota baru ini, Danny kini memiliki ‘kesebelasan’ yang siap beraksi. 

Seputar Film Judi Ocean’s Eleven

Secara umum, film judi Ocean’s Eleven tak jauh berbeda dengan kebanyakan film Hollywood bergenre action lainnya. Plot ceritanya sungguh klasik dan bisa dibilang klise. Bahkan banyak kritikus film yang mengatakan bahwa Ocean’s Eleven adalah film yang dibuat untuk memenuhi selera pasar. 

Ide cerita perampokan casino dalam film judi Ocean’s Eleven ini bisa dianggap sebagai ide cerita yang mainstream, apalagi di kancah dunia perfilman Hollywood. Beruntungnya, adegan-adegan perampokan dalam film judi terbaik ini dikemas dengan sangat apik dan serius oleh sang sutradara, Steven Soderbergh.

Bagi kalian yang sudah pernah menonton, adegan perampokan dalam film ini sama sekali tidak menunjukan aksi-aksi kekerasan seperti yang mungkin pernah kita bayangkan sebelumnya. Hanya saja, adegan-adegan ini dibuat rumit. Siapapun yang tidak memperhatikan adegan perampokan dengan detail, sudah pasti akan bingung. 

Menariknya lagi, adegan perampokan yang terdapat pada alur cerita film judi Ocean’s Eleven ini ditampilkan dalam timing yang sangat tepat. Antar anggota ‘kesebelasan’ beraksi dengan menjalankan tugas masing-masing dan dengan detail timing yang berurutan dan pas. 

Misal, ada yang bertugas mengalihkan perhatian sekaligus membuat sibuk karyawan casino, termasuk sang pemilik, Terry Benedict. Kemudian ada juga yang bertugas memasuki brankas. Nah, untuk tugas yang satu ini, diperlukan dua orang; satu orang bertugas membuka brankas dari dalam dan satu orang lainnya membuka brankas dari luar. 

Untuk mencegah alarm berbunyi, Basher alias sang peledak bertugas untuk mematikan aliran listrik seluruh kota. Dari aksi Basher ini, tak hanya listrik seluruh kota saja yang padam, melainkan sensor keamanan yang terpasang di ketiga casino juga ikut mati. 

Listrik padam juga menyebabkan keributan sana-sini, termasuk di dalam casino. Petugas keamanan juga terlihat sibuk mengatasi keributan ini. Di ruangan lain, Danny sudah bersiap dengan brankas palsu yang sudah dibuat semirip mungkin dengan brankas yang asli. Bagaimana dengan kamera pengawas? Tentu soal kamera pengawas sudah ditangani oleh si ahli komputer, Livingston.

Konflik

Film judi Ocean’s Eleven tak hanya menayangkan aksi perampokan ‘halus’ yang dilakukan oleh Danny dan team, melainkan juga menampilkan konflik personal yang mempengaruhi alur cerita dalam film. Misal, ada adegan di mana Rusty baru saja mengetahui bahwa Tess, mantan istri Danny, rupanya memiliki affair dengan Terry. Dari sini muncul konflik intern antara Rusty dan Danny. Rusty menuduh bahwa Danny merencanakan aksi perampokan ini karena dilatarbelakangi oleh rasa dendam terhadap Terry. 

Soderbergh, sang sutradara, tampaknya berhasil menggarap film judi terbaik ini dengan sangat baik. Sebagai seorang sutradara senior, ia tetap mempertahankan gaya dan idealisme-nya. Sepertinya Soderbergh tidak terpengaruh dengan selera pasars perfilman saat ini. Ia tidak perlu ‘mengemis’ kepada publik dengan cara mengikuti tren perfilman yang sedang digandrungi oleh masyarakat jaman sekarang. 

Sikap idealis sang sutradara juga terlihat dari harapan terbesarnya bahwa gaya filmnya ini tidak ingin banyak diikuti oleh sineas-sineas lain. Tujuannya hanya satu: agar film-film garapannya memiliki ciri khas yang otentik dan unik. 

Yang paling menarik adalah meski film judi Ocean’s Eleven ini kesannya mendapatkan tempat yang spesial di mata Soderbergh, film ini tetap laris manis di box office. Para aktor dan aktris yang dilibatkan juga tak main-main. Melalui penokohan yang dibawakan para aktor dan aktris ini, Ocean’s Eleven memberi warna yang berbeda bagi para fans film-film garapan Soderbergh. Bukan lagi film tentang satire terhadap kehidupan politik maupun sosial, melainkan aksi-aksi serombongan bandit yang pernah nge-hits di era 1960an. 

Baca juga: 11 Film Barat Judi: Hiburan Pas di Tengah Masa Pandemi

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 5]

Film Judi The Gambler: Film Remake yang Fresh dan lebih Greget
5 (1)

film judi The Gambler
sumber: tribunneweswiki.com

Bisa dibilang film judi The Gambler adalah salah satu remake film terbaik. Siapa lagi jika bukan sineas Rupert Wyatt yang menggarapnya. Isi kepala sineas Rupert Wyatt ini memang ajaib. Usai sukses dengan dua sekuel film Installment Reboot dan Rise of the Planet of the Apes dari film lawas yang sangat kondang, Planet of the Apes, ia mendulang kesuksesan untuk kedua kalinya melalui karya film jeniusnya, yaitu The Gambler. 

Film judi The Gambler ini rilis tahun 2011 lalu dan langsung mendapat respon positif dari para pecinta film layar lebar. Menurut sebagian besar pecinta film, The Gambler pantas menuai banyak pujian karena unggul baik dari segi komersil maupun kualitas. Perilisan film ini sekaligus menambah daftar judul film lawas Hollywood yang berhasil didaur ulang menjadi film yang lebih fresh dan menarik dari segi visual.

Sinopsis Film Judi The Gambler

Film judi The Gambler ini mengisahkan seorang penggila judi, pengambil risiko sekaligus profesor Bahasa Inggris, Bennet. Sebagai penjudi kelas kakap, Bennet kerap berhutang. Masalah muncul ketika ia berurusan dengan gengster yang paling disegani di kota Bennet tinggal. Rupanya Bennet pernah terlilit hutang dengan nyawa sebagai jaminannya. 

Bennet sendiri sebenarnya penjudi yang cerdik. Sebagai pria yang berprofesi sebagai pengambil risiko, Bennet pernah melakukan adu domba antara pengelola kasino dan kreditornya. Untuk menghindari kejaran gangster yang selalu mengintainya, Bennet kabur meninggalkan keluarganya. Rumah tangga Bennet memang sudah tidak harmonis lagi. 

Dalam masa pelariannya, Bennet rupanya telah menjalin asmara dengan salah seorang siswinya, Amy Phillips yang diperankan oleh Larson. Hubungannya makin mesra hingga Bennet khawatir akan keselamatan kekasih barunya ini. Keduanya harus menghadapi risiko besar, terutama dari cengkeraman gangster yang kapan saja bisa menyerang mereka. 

Romansa Bennet-Amy

Berawal dari hubungan barunya dengan Amy, Bennet bahkan sempat berpikir untuk mulai menata kembali kehidupannya dan hidup bahagia bersama Amy. Rupanya niat baik Bennet sulit diwujudkan karena masih ada bayang-bayang masa lalu Bennet yang kelam. Belum lagi ancaman orang-orang yang pernah dibuat rugi oleh ulah Bennet. 

Sebagai produk remake dari film lawas dengan judul yang sama, film judi The Gambler ini tentu kerap dibanding-bandingkan dengan film terdahulunya yang rilis tahun 1974 silam. James Can adalah aktor yang dipercaya untuk memerankan tokoh utama The Gambler versi jadul, Alex Freed. Sedangkan untuk film versi terbarunya, Wyatt mempercayai aktor mark Wahlberg untuk memerankan Jim Bennet. 

Dari segi alur cerita atau plot, secara keseluruhan plot dalam film judi The Gambler ini tidak ada yang istimewa. Bahkan bisa dibilang inti cerita yang sama sering diangkat di film-film lain. Wyatt rupanya mengangkat ide cerita yang mainstream ini dengan sengaja. Tujuannya hanya satu, yaitu agar film ini mendapat perhatian dari para juri Oscar nantinya. 

Nah, cara lainnya yang dilakukan oleh Wyatt untuk mendapatkan lirikan dari juri Oscar adalah dengan ‘mengubah’ Wahlberg menjadi pribadi yang berbeda dalam film. Aktor ganteng ini rela melakukan makeover pada tubuhnya agar terlihat susut secara signifikan (susut seberat 30 kg). 

Tokoh Bennet memang digambarkan sebagai profesor muda yang kurus tetapi gesit. Penggambaran tokoh Bennet ini rupanya tak berhasil menarik perhatian juri. Bahkan dari para kritikus film, mereka berpendapat bahwa film judi The Gambler ini hanya ‘main aman’ saja, tidak semenakjubkan seperti versi jadulnya. 

Karya Wyatt dan pengorbanan body-makeover Wahlberg rupanya masih kurang impresif di mata kritikus film dan juri Oscar. Meski begitu, publik menyambut baik perilisan film yang menampilkan sisi lain dari kehidupan kota dengan casino-casinonya. 

Tentang Film

Film judi The Gambler sendiri adalah film bergenre drama-action yang rilis pada tanggal 10 November 2014. Selain disutradarai oleh Rupert Wyatt, film ini juga disponsori oleh tiga produser besar, yaitu Mark Wahlberg, Irwin Winkler, dan Robert Chartoff. 

Film The Gambler ini tak mungkin sukses tanpa dukungan dari para pemeran. Wyatt menggandeng beberapa aktor dan aktris kenamaan yang turut menjadikan film ini apik dan layak dinikmati. Aktor dan aktris yang turut memeriahkan film ini antara lain Mark Wahlberg, Michael K. Williams, John Goodman, Jessica Lange, Brie Larson, George Kennedy. Adapun dukungan sinematografi yang berkualitas berkat tangan ajaib Greig Fraser. Musik dalam film adalah karya-karya Theo Green dan Jon Brion. 

Bagaimana, sepertinya film judi The Gambler ini menarik untuk ditonton bersama orang-orang tercinta, bukan? Apalagi di masa pandemi seperti ini di mana kita semua disarankan untuk tinggal di rumah demi menekan risiko penularan Covid19. 

Nah, bagi sobat pecinta film yang tertarik untuk menonton film remake ini, tak perlu menunggu lama untuk menontonnya. Segera tonton di situs-situs film yang bisa diakses secara online. Selamat menonton dan selamat berkumpul dengan keluarga. 

Baca juga: 11 Film Barat Judi: Hiburan Pas di Tengah Masa Pandemi

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 5]

True Story! Film tentang Perjudian High Roller: Stu Ungar Story
5 (1)

film tentang perjudian
sumber: filmaffinity.com

Hai kalian para pecinta film, kali ini team penulis akan membahas salah satu film perjudian terbaik yang pastinya akan menghibur kalian para movie lovers. Film tentang perjudian dengan judul High Roller – The Stu Ungar Story yang mengangkat genre film drama-komedi. Film ini rilis tahun 2003 lalu dan mengisahkan pengalaman hidup seorang figur pemain poker profesional yang bernama Stu Ungar.

Film besutan sutradara A.W Vidmer ini berdurasi sekitar 120 menit dan dimeriahkan oleh beberapa aktor kenamaan seperti Al Bernstein, Andrew NS Glazer, dan masih banyak aktor lainnya. Adapun tokoh Stu diperankan oleh Michael Imperioli. 

Plot Film tentang Perjudian High Roller: Stu Ungar Story

Film tentang perjudian High Roller: Stu Ungar Story ini pada intinya menceritakan tentang perjalanan karir Stu, mulai dari pertama kali ia mengenal poker hingga menjadi seorang pemain profesional yang pernah menangkan 3 kali turnamen WSOP

Sang sutradara melalui film ini benar-benar menggambarkan secara detail profil seorang figur Stu Ungar muda, Stu sebagai pemain poker terbaik di masanya, hingga Stu kehilangan segala-galanya. Dari sebuah karya berupa film, Vidmer ingin menunjukan pada para viewers bahwa adalah hal yang wajar bahwa kehidupan para penjudi umumnya mengalami masa-masa terbaik dan masa-masa terburuk seperti yang pernah dialami oleh Stu. 

Stu Ungar, tokoh utama dalam Film tentang perjudian ini, adalah seorang pemain poker profesional yang mengawali karirnya dengan bermain poker. Berkat kemenangan yang diraihnya secara terus menerus, ia lalu naik kelas yang semula adalah pemain poker biasa menjadi seorang pemain poker profesional. 

Profil Singkat Tokoh Utama Film tentang Perjudian High Roller: Stu Ungar Story

Seperti dalam Film tentang perjudian, Saat Stu dikenal sebagai salah satu pemain poker legendaris, ada banyak sekali penggemar poker yang mengidolakan Stu. Ia sendiri adalah pribadi yang jenius. Lahir dengan anugerah kecerdasan dan memori fotografis yang sangat baik, Stu besar di lingkungan perjudian. 

Masih sesuai dengan alur cerita Film tentang Perjudian High Roller: Stu Ungar Story, dengan latar belakang lingkungan seperti ini, Stu rupanya terpengaruh untuk menyukai permainan judi, khususnya poker. Di usianya yang masih 10 tahun, Stu berhasil memenangkan turnamen Gin Rummy. Kemudian saat Stu beranjak dewasa, ia juga diklaim sebagai pemain terbaik di dunia untuk turnamen yang sama. Stu muda kemudian beralih ke permainan kesukaannya, yaitu poker. Dan tidak membutuhkan waktu lama, Stu menjadi pemain poker terbaik di dunia. 

Dilansir dari Hendon Mob, Stu Ungar telah mengikuti 35 turnamen poker secara live dan telah menang 16 kali dari turnamen-turnamen tersebut. Tentu saja kemenangan-kemenangan ini adalah rekor baru yang belum pernah diraih oleh pemain poker profesional lainnya. 

Dari banyaknya kemenangan yang telah dicapai oleh Stu ini, tiga diantaranya adalah kemenangan turnamen poker sedunia, WSOP untuk kategori main event titles. Jika dihitung secara total, Stu pernah mengoleksi 5 gelang WSOP. Bagaimana dengan total uang yang diperoleh dari kemenangannya. Kisah kesuksesan Stu ini kemudian menjadi inspirasi dan dibuat versi filmnya, yaitu Film tentang Perjudian High Roller: Stu Ungar Story.

Dilansir dari Upswing Poker, Stu telah menerima keuntungan lebih dari 3.6 juta USD dari berbagai turnamen poker termasuk 10 dari 30 turnamen yang pernah ia ikuti. Dan jika dikalkulasi secara total dari turnamen di luar poker seperti blackjack, gin, dan permainan-permainan yang dimainkan dengan taruhan uang tunai, kekayaan Stu bisa mencapai lebih dari 30 juta USD.

Masa Kecil Stu Ungar

Stu Ungar lahir pada tanggal 8 September 1952 di Kota Manhattan, New York, AS. Ia adalah seorang keturunan yahudi. Ayahnya adalah seorang pemilik bar. Masa kecil Stu yang sering dihabiskan di bar inilah yang membuat Stu kecil familiar dengan ‘kehidupan’ bar termasuk permainan judi. 

Sejak kecil, Stu menggemari permainan gin dan dia berhasil menjadi satu-satunya pemenang gin cilik (karena waktu itu Stu masih berusia 10 tahun) di Kota Manhattan. Pasca kematian kedua orang tuanya, Stu memutuskan untuk fokus di dunia judi. Ia kerap bermain di kasino-kasino di New York. Bahkan ia juga dekat dengan Victor Romano yang nantinya menjadi pelindung sekaligus mentor Stu. 

Ketertarikan Stu dari Gin ke Poker

Dalam film Film tentang Perjudian High Roller: Stu Ungar Story, Stu tak melanjutkan sekolah SMA-nya. Untuk mengisi waktunya, Stu bermain gin demi menghidupi ibu dan saudara perempuannya. Karirnya begitu sukses. Stu kerap kali menang dan memperoleh hadiah uang tunai yang tak sedikit. 

Hebatnya lagi, di tahun 1967, Stu dinobatkan sebagai salah satu pemain gin terbaik di Kota New York. Ia lalu mencari peruntungan di Miami, Florida. Setahun kemudian, ia juga memutuskan pindah ke Las Vegas. 

Stu sempat kembali ke New York untuk menikah. Tak lama menikah, Stu dikarunia seorang puteri bernama Stefanie. Stu juga mengadopsi seorang putera bernama Richard. Namun sayang, Richard bunuh diri pada tahun 1989. Selama di New York, banyak kasino yang menolak karena mereka enggan rugi jika Stu ikut bermain di kasino mereka. 

Seperti dalam Film tentang Perjudian High Roller: Stu Ungar Story, Stu kemudian berpindah karir menjadi pemain poker profesional di tahun 1980an. Hanya dua kali main saja, ia berhasil menjadi pemenang. Prestasi terbesarnya adalah ketika ia berhasil mengalahkan pemain poker terbaik saat itu, yaitu Doyle Brunson di ajang WSOP sekaligus mencetak skor sebagai pemenang WSOP termuda (26 tahun) pada saat itu. Ia menerima hadiah kehormatan sebesar 365.000 USD.

Keterpurukan Stu

Sebenarnya Stu sudah lama mengkonsumsi kokain, hanya saja kecanduanya semakin besar pasca ia menjadi pemain poker populer. Perceraian dengan istrinya juga diduga menjadi salah satu penyebab Stu semakin terjerumus ke dalam dunia obat-obatan terlarang. Stu dikabarkan tewas di usia 45 tahun. Jenazah Stu ditemukan pada tanggal 20 November 1998 di kamar nomor 6 di Motel Oasis, Las Vegas. Gagal jantung diklaim sebagai penyebab kematian pemain poker legendaris yang kisah hidupnya telah menjadi inspirasi dalam film tentang perjudian High Roller: Stu Ungar. 

Baca juga: 11 Film Barat Judi: Hiburan Pas di Tengah Masa Pandemi

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 5]