Kabupaten Belitung

Fasilitas Sarana dan Prasarana Kabupaten Belitung

Kabupaten Belitung, misalnya, menawarkan sarana dan prasarana yang memadai bagi warganya. Ibadah, kesehatan, ekonomi, transportasi, serta sarana dan prasarana lainnya tersedia bagi seluruh masyarakat Belitung. Optimalisasi berbagai fasilitas umum masih terus diupayakan.

Prasarana Kabupaten Belitung Berupa Tempat Ibadah

Terlepas dari kenyataan bahwa mayoritas penduduk Belitung adalah Muslim, Belitung juga memiliki penduduk Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha. Alhasil, Belitung juga menyediakan ibadah yang cukup bagi masyarakatnya. Pemerintah Kabupaten Belitung berupaya untuk meningkatkan sarana dan prasarana peribadatan serta rasa tentram dalam menjalankan iman dan keyakinan masing-masing individu dari tahun ke tahun.

Seperti yang diperkirakan, kehidupan beragama di Belitung semakin berkembang. Hal ini terlihat dari rasa aman saat menjalankan ibadah tanpa mengalami insiden terkait SARA. Berdasarkan data dari Catatan Sipil Kabupaten Belitung sebagai Dinas Kependudukan, Ada 1.312 Katolik, 2.810 Protestan, 777 Buddha, dan 22 Konghucu di kota ini. Menurut data pemerintah, Belitung memiliki fasilitas ibadah yang cukup untuk semua agama. Sedangkan mulai tahun 2011 terdapat 129 Masjid, 57 Mushola, 101 Langgar, 8 Gereja Protestan, 1 Gereja Katolik, 6 Vihara di Belitung dan 4 Klenteng.

Kabupaten Belitung
Masjid Tua Tunu

Prasarana Ibadah di Belitung Timur

Dari tahun ke tahun, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur berupaya untuk meningkatkan sarana dan prasarana peribadatan, serta rasa ketenangan dalam menjalankan keyakinan dan keyakinan masing-masing individu. Kehidupan beragama di Belitung Timur tumbuh dan berkembang sesuai dengan prediksi. Hal ini terlihat dari rasa aman dalam menjalankan ibadah (tanpa terjadinya sara), meningkatnya jumlah jemaah haji setiap tahunnya, dan sebagainya.

Prasarana Kesehatan di Belitung

Semua aspek kehidupan manusia dipengaruhi oleh pembangunan kesehatan. Kesejahteraan masyarakat akan segera meningkat jika pembangunan kesehatan tercapai. Lebih lanjut, ketersediaan fasilitas kesehatan sangat berpengaruh terhadap pembangunan kesehatan dengan menyediakan akses pelayanan kesehatan esensial yang didukung oleh sumber daya yang memadai seperti rumah sakit, puskesmas, tenaga kesehatan (dokter, bidan, perawat), dan ketersediaan obat.

Setiap tahun, kualitas fasilitas kesehatan di Belitung semakin meningkat. PemKAB Belitung juga menawarkan layanan Jaminan Kesehatan Belitung (JKB) kepada masyarakat dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan. Rumah sakit, klinik kesehatan, dan pustu telah dibuat dan beroperasi di wilayah tersebut. Hingga akhir 2011, Kabupaten Belitung memiliki satu RSUD dan satu rumah sakit swasta, serta sembilan Puskesmas dan tiga Puskesmas Pembantu (pustu).

Tanjungpandan adalah kota dimana rumah sakit di Kabupaten Belitung berada. RSUD hanya memiliki 129 tempat tidur pada tahun 2006. Jumlah tempat tidur telah berkembang menjadi 150. Selain itu, pembangunan rumah sakit swasta memberikan tambahan 50 tempat tidur bagi mereka yang membutuhkan. Belitung memiliki sembilan puskesmas yang tersebar di lima kecamatan: dua di Membalong, dua di Sijuk, satu di Badau, dan satu di Selat Nasik. Kemudian ada tiga klinik kesehatan lagi di ibu kota Tanjungpandan. Kehadiran sebanyak 31 unit pustu menunjukkan adanya peningkatan jumlah fasilitas. Jumlah pustu di Kabupaten Belitung pada tahun 2006 hanya 28 pustu, namun pada tahun 2011 jumlah tersebut meningkat menjadi 31 pustu. Kecamatan Membalong memiliki pustu paling banyak, yakni sembilan pustu. Kemudian, tercipta tujuh pustu di Tanjungpandan, enam di Badau, dan empat di Kecamatan Selat Nasik.

Tenaga Kesehatan

Di Kabupaten Belitung, dokter, termasuk dokter umum dan spesialis, dokter gigi, apoteker, perawat, dan bidan membantu penduduk. Belitung memiliki 22 dokter umum, dua dokter spesialis, delapan dokter gigi, 167 perawat, 90 bidan, dan tujuh apoteker pada tahun 2011. Jenis Penyakit di Masyarakat. Macam-macam penyakit yang diderita penduduk Belitung akan menunjukkan derajat kesehatan mereka. Penyakit yang paling banyak ditemukan adalah ISPA dengan jumlah 35.256 kejadian. Rematik dan hipertensi adalah dua gangguan lagi. Secara keseluruhan, jumlah gangguan yang disebabkan oleh penyakit di antara penduduk wilayah ini telah meningkat.

Selain sektor pariwisata Belitung juga kaya akan sektor budaya dan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai, oleh karenanya jika anda berniat untuk melakukan hopping island belitung bersama keluarga, Belitung adalah tempat yang tepat. / Aha

Baca Juga: Manga dan Manhwa, Mana yang Lebih Baik

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]